RSS

Menghargai Waktu itu Penting

Banyak yang bilang, orang Indonesia itu kurang menghargai waktu. Ini terbukti ketika ada suatu pertemuan jadwal yang telah diatur sering tidak tepat waktu karena banyak yang mengulur-ulur waktu. Sederhananya, jika kita janjian dengan teman di suatu waktu, jarang sekali kita akan bertemu dengannya di waktu yang tepat.

Dalam hal seperti ini sangat disayangkan, karena sebenarnya waktu itu sangat berharga. Biasanya kita akan sangat menghargai waktu jika di akhir sudah terasa bahwa kita telah membuang-buang waktu, akhirnya hanya penyesalan yang dapat dilakukan.

Menghargai waktu juga salah satu kunci kesuksesan seseorang. Biasanya orang yang ingin sukses selalu mempergunakan waktunya sebaik mungkin. Tidak menggunakan waktu dengan hal-hal yang percuma ataupun mengulur-ulur waktu ketika ada janji bertemu dengan seseorang.

Sebenarnya mudah saja ketika kita ingin menghargai waktu atau tepat waktu. Cukup kita memikirkan saja ketika kita ada janji bertemu dengan seseorang, lalu kita sudah datang tepat waktu sedangkan orang tersebut datang terlambat yang akhirnya kita harus menunggu lama. Dari hal itu, kita tahu bahwa menunggu itu bosan, maka dari itu kita harus menghargai waktu dengan datang tepat waktu.

Dari semua hal di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam menjalani kehidupan kita harus mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Karena waktu itu tidak dapat diulang. Satu detik saja kita membuang waktu, akibatnya akan terasa di waktu yang akan datang.

#untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia

Masalah Hati

Ada beberapa yang sensitif ketika berbicara tentang hati. Mungkin karena pengalaman pahitnya. Tapi jika kita sadari, hati selalu berkaitan dengan semua yang ada di kehidupan. Bukan hanya dengan masalah percintaan. Karena ketika kita hidup bukan hanya otak yang dipakai, tapi hati juga ikut terlibat.

Banyak momen ketika kita memilih, hati yang sangat signifikan berperan mana yang lebih kita pilih atau dengan kata lain ‘srek’ di hati. Hati dan pikiran saling bekerja sama untuk menghadapi masalah-masalah di kehidupan ini. Karena dengan itu, kita dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.

Mungkin setiap orang berbeda dalam kepekaan hatinya. Itu karena setiap orang juga berbeda dalam menggunakan logikanya. Ada orang yang sangat menggunakan perasaan dalam hal apapun, ada juga orang yang lebih menggunakan logika. Katanya perempuan lebih menggunakan perasaan dibanding laki-laki yang lebih menggunakan logika dalam menghadapi masalah. Itu bukan karena laki-laki tidak punya perasaan atau hati. Tapi mungkin mereka ga mau ribet-ribet, karena katanya kalau berurusan dengan hati atau perasaan itu jadi ribet.


Hati dan pikiran itu saling mempengaruhi, jika kita berpikiran positif maka hati pun akan terjaga dari hal-hal yang buruk. Sebaliknya jika kita selalu berpikiran negatif, maka hati kita pun ikut terkontaminasi oleh perasaan-perasaan yang buruk. Maka dari itu, hendaknya kita selalu menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang negatif atau merugikan kita.

#untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia

Bersyukur itu Indah

Pernah bertanya mengapa air di sungai tidak pernah berhenti untuk mengalir? Ya, aku pernah bertanya tentang hal it pada diri seindiri. Bukan hanya dengan pendekatan fisika ataupun kimia kita dapat menjawab pertanyaan itu. Kita juga dapat mengaitkan hal itu dengan kehidupan di dunia ini.

Mungkin air di sungai telah lama capai untuk mengalir. Mungkin air di sungai ingin diam saja seperti air di danau. Mungkin air di sungai telah lelah untuk menghadapi batu-batu besar. Tetapi itu semua sudah menjadi kehendak Allah SWT. Seperti halnya manusia, makhluk lain pun hanya dapat berencana, tetapi hanya Allah yang dapat menentukan takdir.

Ini sudah menjadi tugas air di sungai untuk mengalir, menghadang batu-batu besar yang ada di sungai, ataupun berlari-lari menuju tepi dengan dorongan air yang lain di belakangnya. Karena ketika kita melihat air di danau, mungkin air danau pun iri pada air di sungai. Mungkin mereka bosan selalu tergenang di suatu wadah. Mungkin mereka juga ingin seperti air di sungai yang terus mengalir mengikuti aliran sungai. Tetapi ini juga telah menjadi tugas bagi air di danau yang telah menjadi takdir dari Allah.

Begitupun manusia, masih banyak orang yang merasa iri terhadap orang lain. Kita menganggap bahwa orang lain lebih enak hidupnya. Tetapi jika kita tahu, banyak juga orang lain yang ingin seperti kita. Yang menganggap hidup kita lebih enak daripada mereka.


Yang kita dapat lakukan sekarang hanya bersyukur. Mensyukuri setiap takdir dan anugerah yang diberikan oleh Allah pada kita. Karena jika kita selalu melihat orang lain, kita akan selalu merasa kekurangan. Dengan bersyukur, kita akan merasa indah dalam menjalani kehidupan ini.

#untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia

Ekspresi Wajahku Mengundang Tanya

Masih teringat ketika aku masuk ke tempat atau forum baru. Kesan pertama dari mereka ketika melihat ekspresi wajahku banyak yang bilang  jutek, pendiam, sombong, atau juga pemalu. Bahkan setiap aku masuk di sekolah baru, teman-teman baruku juga berpendapat seperti itu. Tapi diantara mereka lebih banyak yang bilang aku jutek.

Seakan tak mau dibilang jutek lagi. Aku selalu mencoba untuk bersikap ramah dihadapan mereka. Tetapi ternyata usahaku belum berhasil. Masih banyak orang yang berpendapat jutek dan takut ketika melihat aku.

Sebenarnya  tak ada maksud untuk bersikap seperti itu kepada mereka. Ini hanya sifat bawaan aku dari kecil. Ketika aku masuk ke dalam suasana, tempat atau forum baru, memang ada waktunya untuk aku diam terlebih dahulu. Bukan karena aku tidak suka atau tidak nyaman terhadap orang-orang atau suasananya. Tetapi itu merupakan proses adaptasi diri. Sulit untuk aku langsung berbaur di dalam suasana baru.


Dari sana aku tahu, untuk menciptakan citra yang baik dari seseorang itu dilihat dari kesan pertama ketika bertemu. Jadi, bersikap ramahlah kepada setiap orang walaupun belum pernah bertemu sekali pun.  

#untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia 

Polusi Air dan Udara

                Lingkungan yang baik dan sehat merupakan lingkungan yang dikategorikan layak untuk ditempati oleh makhluk hidup. Air dan udara sebagai penujang bagi kehidupan dapat dikatakan sehat apabila tidak tercemar oleh bahan-bahan yang berbahaya. Air yang terkontaminasi oleh bahan-bahan yang berbahaya dapat menjadi polusi air. Begitupun juga, ketika udara mengandung bahan atau senyawa yang berbahaya, udara tersebut termasuk polusi udara.
            Polusi air disebabkan karena adanya zat-zat kimia yang berbahaya. Misalnya dari limbah industri atau limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu. Limbah industri mengandung senyawa kimia yang dapat membunuh mikroorganisme dalam air. Selain itu, residu pertanian atau pestisida yang digunaka untuk tanaman juga dapat mempengaruhi kualitas air dalam tanah. Di samping itu juga, hujan asam dapat mengkontaminasi air dalam tanah. Air hujan yang bersifat asam ini karena adanya senyawa NO2 dan SO2 yang akan menurunkan pH air hujan. Lalu air hujan asam masuk ke terserap ke dalam tanah atau masuk ke dalam perairan sehingga air akan tercemar.
            Polusi udara terjadi karena adanya partikulat-partikulat dengan jumlah yang banyak di udara misalnya senyawa kimia gas CO, NOx, SOx, hidrokarbon, dll. Senyawa tersebut hasil dari pembakaran bahan bakar fosil, asap pabrik, atau asap kendaraan bermotor. Ketika partikulat-partikulat berada di udara dapat bereaksi dengan senyawa lain dan menghasilkan senyawa baru. Senyawa ini dinamakan polutan sekunder. Apabila partikulat dan senyawa-senyawa berbahaya ini dalam jumlah yang banyak di udara maka menyebabkan polusi udara.
            Polusi air dan udara berdampak negatif bagi kesehatan manusia, tanaman dan lingkungan. Bila air yang tercemar ini masuk ke dalam tubuh manusia dapat menjadi sumber penyakit karena adanya senyawa-senyawa kimia. Selain itu, ketika udara tercemar terhirup oleh manusia dapat mengganggu pernapasan. Tanaman juga akan rusak karena air dalam tanah tercemar oleh senyawa-senyawa kimia yang berbahaya sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.

            Penanggulan polusi air dan udara dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Misalnya untuk limbah industri, sebelum dibuang ke perairan harus diolah terlebih dahulu agar tidak lagi mengandung zat-zat yang berbahaya. Selain itu, untuk mencegah terjadinya polusi udara dapat dilakukan dengan mengurangi pembakaran bahan bakar fosil. Lalu dapat juga dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.   

#untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia

Kenangan itu....

Semua peristiwa di masa lalu pada akhirnya akan menjadi kenangan. Entah itu kenangan yang manis atau pahit. Tergantung diri kita menanggapi kenangan itu sebagai apa. Apakah kita hanya bisa terlarut dalam kenangan seperti gula yang terlarut dalam air, ataukah mengambil pelajaran dari semua kenangan yang telah kita lalui.

Ibarat gula yang terlarut dalam air, tetapi jika gula terus menerus ditambahkan maka akan ada satu titik yang menyatakan kejenuhan, gula tidak akan larut lagi dalam air. Begitupun ketika kita terlarut dalam kenangan, akan ada dimana kita jenuh dan bosan berlarut-larut dalam aliran kenangan. 

Kenangan seharusnya menjadi cerminan kita untuk masa yang akan datang. Walaupun di masa lalu kita memiliki kenangan yang pahit, itu menjadi motivasi kita agar kita tidak melakukan sesuatu yang menjadikan kenangan itu terulang kembali.

#untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia

Kata yang Tak Mampu Membuatnya Menjadi Indah

Kata orang menulis itu hal yang gampang, iya karena mereka memang berbakat untuk menulis. Kata orang menulis itu hal yang asik, iya karena mereka memang berminat untuk menulis. Kata orang menulis itu berjalan dengan sendirinya, iya karena mereka memiliki banyak inspirasi. Kata orang menulis itu bisa dari pengalaman, iya karena mereka pandai merangkai kata.

Itu semua perkataan orang-orang tentang menulis. Tapi mengapa aku berpendapat lain tentang menulis. Aku tak tahu harus menulis apa, harus mengeluarkan kata-kata seperti apa, harus merangkai kata seperti bagaimana. Rasanya tak ada kata yang mampu menggambarkan pengalaman-pengalamanku, tak ada irama yang mampu menemani kata-kata untuk dirangkai, tak ada arti yang mampu memaknai kata yang keluar dari perasaanku, tak ada inspirasi yang mampu mengukir kata agar menjadi indah.

Aku heran pada mereka yang mampu menuangkan semua pikirannya menjadi tulisan. Aku iri pada mereka yang dengan asiknya mengukir kata menjadi indah. Aku aneh pada mereka yang dengan mudahnya mendapatkan inspirasi untuk menulis. Sementara aku, hanya pikiran yang mampu merangkai kata tanpa mampu untuk menjadikannya sebuah tulisan yang indah. Hanya perasaanku yang mampu berinspirasi lalu dipendam. 

#untukmemenuhitugasbahasaIndonesia